Dipanggil interview itu sudah sebuah pencapaian — artinya CV kamu sudah lolos seleksi awal. Tapi sayangnya, banyak kandidat yang gagal di tahap interview bukan karena kurang kompeten, melainkan karena melakukan kesalahan-kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari.
Berikut 7 kesalahan fatal yang paling sering dilakukan saat interview kerja — dan bagaimana cara menghindarinya.
1. Tidak Melakukan Riset tentang Perusahaan
Ini adalah kesalahan nomor satu yang paling tidak bisa dimaafkan oleh rekruter.
Yang sering terjadi:
- Tidak tahu perusahaan bergerak di bidang apa
- Tidak bisa menjawab “Kenapa kamu ingin bekerja di sini?”
- Menyebut informasi yang salah tentang perusahaan
Cara menghindari:
- Kunjungi website dan media sosial perusahaan
- Baca berita terbaru tentang perusahaan
- Pahami produk/jasa, visi misi, dan budaya kerjanya
- Cek profil LinkedIn karyawan yang ada di sana
2. Menjawab Terlalu Panjang atau Terlalu Pendek
Terlalu panjang: Bercerita 10 menit non-stop tanpa struktur yang jelas membuat interviewer kehilangan fokus.
Terlalu pendek: Menjawab “iya” atau “tidak” tanpa elaborasi menunjukkan ketidaksiapan.
Formula STAR yang efektif:
- Situation — Situasi yang kamu hadapi
- Task — Tugas atau tantangan yang harus diselesaikan
- Action — Apa yang kamu lakukan
- Result — Hasil yang dicapai
Targetkan jawaban 1-2 menit per pertanyaan.
3. Menjelek-jelekkan Perusahaan atau Atasan Sebelumnya
Saat ditanya “Kenapa kamu resign dari perusahaan sebelumnya?”, jangan pernah menjawab:
- “Bos saya toxic”
- “Perusahaannya kacau”
- “Gaji kecil banget”
Meskipun itu kenyataan, jawaban seperti ini membuat kamu terlihat tidak profesional dan membuat interviewer berpikir: “Nanti dia juga bakal bicara buruk tentang kita.”
Jawaban yang lebih baik:
“Saya ingin mencari tantangan baru dan kesempatan untuk berkembang di bidang [X], yang mana saya lihat ada di perusahaan ini.”
4. Tidak Menyiapkan Pertanyaan Balik
Di akhir interview, hampir selalu ada momen: “Ada pertanyaan?”
Menjawab “Tidak ada” adalah kesalahan besar. Ini menunjukkan kamu tidak cukup tertarik atau tidak menyiapkan diri.
Pertanyaan cerdas yang bisa kamu tanyakan:
- “Seperti apa hari-hari tipikal di posisi ini?”
- “Apa tantangan terbesar yang dihadapi tim saat ini?”
- “Bagaimana budaya kerja di sini secara day-to-day?”
- “Apa ekspektasi pencapaian untuk 90 hari pertama?”
- “Bagaimana proses evaluasi kinerja di perusahaan ini?”
5. Bahasa Tubuh yang Negatif
Rekruter tidak hanya mendengar jawaban kamu — mereka juga membaca bahasa tubuh kamu.
Bahasa tubuh yang harus dihindari:
- ❌ Tidak menjaga kontak mata
- ❌ Duduk membungkuk atau terlalu santai
- ❌ Menyilangkan tangan (kesan defensif)
- ❌ Memainkan bolpen atau rambut
- ❌ Melihat handphone
Bahasa tubuh yang positif:
- ✅ Kontak mata yang natural (bukan melotot)
- ✅ Duduk tegak dengan bahu terbuka
- ✅ Sesekali mengangguk saat mendengarkan
- ✅ Senyum yang tulus
- ✅ Jabat tangan yang mantap (untuk interview offline)
6. Berbohong atau Melebih-lebihkan
Godaan untuk “mempercantik” pengalaman memang besar, tapi kebohongan selalu ketahuan — kalau tidak saat interview, maka saat bekerja.
Contoh kebohongan yang sering dilakukan:
- Mengklaim menguasai skill yang sebenarnya baru belajar
- Melebih-lebihkan peran di proyek tim
- Memalsukan gelar atau sertifikasi
Kenapa ini fatal:
- Rekruter berpengalaman bisa mendeteksi dari pertanyaan follow-up
- Background check bisa mengungkapnya
- Kalau ketahuan setelah diterima, bisa jadi alasan pemecatan
Lebih baik jujur: “Saya belum expert di bidang itu, tapi saya sudah mulai belajar dan sangat antusias untuk mendalaminya.”
7. Tidak Follow Up Setelah Interview
Banyak kandidat langsung pasif setelah interview tanpa memberikan kesan terakhir yang baik.
Yang seharusnya dilakukan:
- Kirim thank-you email dalam 24 jam setelah interview
- Sebutkan hal spesifik yang kamu diskusikan
- Tegaskan kembali ketertarikan kamu pada posisi tersebut
Contoh email singkat:
Subject: Terima Kasih atas Kesempatan Interview – [Nama Posisi]
Yth. Bapak/Ibu [Nama],
Terima kasih atas waktu dan kesempatannya hari ini. Saya sangat terkesan dengan [sesuatu spesifik yang dibahas] dan semakin antusias dengan kemungkinan bergabung di tim [Nama Perusahaan].
Saya yakin pengalaman saya di [skill/pengalaman relevan] akan memberikan kontribusi positif untuk tim. Jika ada informasi tambahan yang dibutuhkan, saya dengan senang hati siap menyediakannya.
Salam,
[Nama Kamu]
Kesimpulan
Interview kerja adalah skill yang bisa dipelajari dan diasah. Dengan menghindari 7 kesalahan di atas dan berlatih secara konsisten, peluang kamu untuk mendapat pekerjaan impian akan meningkat secara signifikan.
Ingat: setiap interview — bahkan yang gagal — adalah pengalaman belajar yang berharga.
Siap menghadapi interview berikutnya? Temukan lowongan kerja terbaru di platform kami dan tunjukkan versi terbaik dirimu! 💪